Sukai Facebook Kami
Ikuti Twitter Kami

Artikel Aktual

Bangun Smelter, Pemprov Papua Gunakan 12 Triliun Rupiah

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Rabu, 25 Februari 2015 | pukul 00.03 WIT

Bangun Smelter, Pemprov Papua Gunakan 12 Triliun Rupiah


Bangun Smelter, Pemprov Papua Gunakan 12 Triliun Rupiah

Posted: 24 Feb 2015 02:00 PM PST

KOTA JAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membutuhkan dana US$ 1 miliar atau setara Rp 12,8 triliun dalam pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral di Papua. Smelter yang dibangun di daerah Poumako Industrial Park di Timika itu mulai beroperasi pada 2019

Ketua Pembangunan Smelter Papua, Bangun Manurung mengatakan, smelter akan dibangun dari lokasi pelabuhan Timika yang jaraknya 3 kilometer dan akan dibangun di atas lahan 650 hektare (ha).

"Dana Rp 12 triliun itu baru pabrik pengolahannya saja, belum infrastruktur penunjang lainnya. Estimasi pembangunan pabrik direncanakan empat tahun ke depan, mulai tahun ini akan dilakukan pembangunannya," kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, Rabu (18/2/2015)

Lukas menegaskan dalam proyek pembangunan smelter ini, Pemprov Papua tidak melibatkan PT Freeport Indonesia karena smelter tersebut akan dibangun oleh investor China.

Namun, lanjut dia, perusahaan tambang emas terbesar di dunia itu harus terlebih dahulu menandatangani kesepakatan untuk bersedia mensuplai hasil tambangnya untuk diolah di smelter yang akan dibangun nanti.

"Freeport harus tandatangani MoU dulu, jika Smelter sudah dibangun, maka hasilnya tambangnya akan disuplai kesana. Penandatanganan kesepakatan itu, akan dilaksanakan dalam waktu dekat.  Semoga di bulan Mei mendatang, MoU bisa ditandatangani kedua belah pihak, lalu pembangunan smelter bisa langsung dilaksanakan," paparnya.

Desakan Pemprov Papua untuk pembangunan smelter terus dilakukan dan sesuai kesepakatan dengan Menteri ESDM, smelter dapat dibangun di Pelabuhan Pomako Timika, karena lokasinya sudah memiliki rencana tata ruang, Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), pabrik pengepakan semen serta mobiliasi yang sangat tinggi. [Liputan6]

Gelar Forum Calon Investor (FCI ), Bursa Efek Indonesia (BEI) Gandeng PT Freeport Indonesia

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Rabu, 18 Februari 2015 | pukul 00.07 WIT

Gelar Forum Calon Investor (FCI ), Bursa Efek Indonesia (BEI) Gandeng PT Freeport Indonesia


Gelar Forum Calon Investor (FCI ), Bursa Efek Indonesia (BEI) Gandeng PT Freeport Indonesia

Posted: 17 Feb 2015 01:06 PM PST

KOTA JAYAPURA – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura, pada tahun ini akan mengadakan forum komunikasi investor dengan mengandeng PT Freeport Indonesia.

"Program yang akan kami adakan dalam waktu dekat ini, yaitu Forum Calon Investor (FCI ) bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia,"kata Kepala Kantor BEI Jayapura Kresna Aditya Payokwa, di Jayapura, Senin (16/2/2015).

Krisna mengatakan, program tersebut diperuntukkan pada karyawan perusahaan, terutama mereka yang bekerja di Grassberg PT Freeport Timika, Papua.

"Disamping kita bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia juga ada kerja sama dengan anggota dari mitra kita, PT Phillip Securities untuk memberikan informasi mengenai pasar modal," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen PT Freeport ,yaitu Manajemen quality of life divisi yang menangani pengembangan karyawan agar karyawan dapat mengetahui mengenai investasi pasar modal. Menurut dia, BEI sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang emas tersebut namun belum terealisasi dan pada 2015 baru program tersebut terealisasi.
"Kerja sama ini baru terealisasi di 2015 dibanding tahun lalu kami kesulitan koordinasi dengan manajemen Freeport yang ada di Jayaura dan Pusat," tuturnya.

Ia menambahkan, FCI akan dilaksanakan pada 23 sampai 27 Februari yang berlokasi di dua tempat high land dan low land Freeport, Timika.

Forum Calon Investor (FCI) khusus untuk masyarakat yang tertarik pada informasi- informasi mengenai pasar modal,serta program tersebut masuk dalam rencana kerja BEI di tahun ini. [Antara]

Grassberg Block Cave Hasilkan Cadangan Ore Sebesar 999,6 Juta Ton

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Senin, 16 Februari 2015 | pukul 00.06 WIT

Grassberg Block Cave Hasilkan Cadangan Ore Sebesar 999,6 Juta Ton


Grassberg Block Cave Hasilkan Cadangan Ore Sebesar 999,6 Juta Ton

Posted: 15 Feb 2015 02:47 PM PST

TEMBAGAPURA (MIMIKA) -  SVP Geoscience & Technical Services Division PT Freeport Indonesia (PTFI) Wahyu Sunyoto menyatakan, dari ketiga tambang bawah tanah yang sedang dibangun Freeport Indonesia, Grasberg Block Cave merupakan tambang yang paling besar menghasilkan produksi cadangan, yakni sebanyak 999,6 juta ton.

Pun, ditargetkan mencapai peak production sebesar 160 ribu ton per hari di 2022. Dari tambang ini, per 1 juta ton ore hanya mampu menghasilkan 1,02 persen tembaga dan 0,78 gram emas. "Nilai investasi tambang ini sebesar USD5 miliar," ujar Wahyu di Tembagapura, seperti dikutip Minggu (15/2/2015).

Produksi ore pada Grasberg Block Cave sendiri akan dimulai pada kuartal I/2017 dan diharapkan mencapai peak production sebesar 160 ribu ton per hari pada 2021.

Untuk Deep Mill Level Zone yang akan mulai berproduksi pada kuartal II/2015, ditargetkan menghasilkan 526 juta ton. Di tambang ini, dalam 1 juta ton ore, terkandung 0,83 persen tembaga dan 0,7 gram emas.

Wahyu menuturkan, tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone dibangun untuk melanjutkan produksi tambang bawah tanah Deep Ore Zone Mine (DOZ) yang akan selesai berproduksi secara penuh pada akhir 2019.

"Untuk DOZ, metode untuk mengembalikan tanah yang digeruk dengan runtuhan. Kucing Liar akan mulai produksi 2021. Dari situ target total cadangan mencapai 420 juta ton," tuturnya.

Kontrak karya Freeport sendiri akan berakhir pada 2021 dan menurut PP 23/2010, Freeport baru dapat memperpanjang kontrak karyanya dua tahun sebelum masa kontrak habis. [MetroTV]

Persediaan Bijih Tambang di Papua Sebesar 2,4 Miliar Ton

Posted: 15 Feb 2015 02:44 PM PST

TIMIKA (MIMIKA) - Papua masih menyimpan sejumlah sumber daya (resource) berupa bijih (ore) sebesar 2,4 miliar ton. Sumber daya tersebut teridentifikasi oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui proses eksplorasi.

EVP & General Manajer PTFI Nurhadi Sabirin menyatakan sumber daya tersebut belum dimasukan ke dalam perencanaan tambang perusahaan.

Untuk saat ini, cadangan (reserve) ore yang mencapai 2,6 miliar ton telah masuk ke dalam perencanaan tambang perusahaan. Cadangan itu merupakan gabungan dari open pit dan underground mine. Masa penambangan 2,6 miliar ton itu akan berakhir pada 2041. "Kalau cadangan ditambah resource yang ada sampai 2060-2070," ucap Nurhadi di Timika, Papua, Minggu (15/2/2015).

Dia menuturkan, cadangan ore yang tersisa dari Grasberg Mine tinggal 150 juta ton lagi. Wilayah tambang yang telah beroperasi sejak 1988 tersebut akan berhenti operasi pada 2017.

Oleh karena itu, Freeport memanfaatkan tambang bawah tanah (underground mine) yang masih menyimpan cadangan sebesar 2,4 miliar ton. Yang terbesar menyimpan cadangan adalah dari wilayah Grasberg Block Cave, yakni mencapai 999,6 juta ton ore.

Menurut Nurhadi, sejak izin ekspor konsentrat tembaga diperpanjang pada 25 Januari silam, Freeport sudah menghasilkan empat kapal konsentrat. Dua kapal untuk kebutuhan PT Smelting Gresik dan dua lagi untuk diekspor.

"Kapasitas kapalnya bervariasi. Ada yang 20 ribu ton, ada yang 15 ribu ton. Kurang lebih 20 ribu ton per kapal," pungkasnya. [MetroTV]

Tiga Menteri Kabinet Jokowi-JK Lakukan Kunjungan Kerja di Lokasi Pembangunan Smelter Timika

Posted: 15 Feb 2015 01:47 PM PST

KOTA JAYAPURA - Tiga Menteri kabinet Jokowi-JK akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Timika, Provinsi Papua, untuk melihat lokasi pembangunan smelter.

Rombongan Menteri yang terdiri dari Menteri ESDM, PU dan Menteri Perhubungan dan stafnya akan melakukan kunjungan kerja ke Papua selama dua hari.

Selain ke Timika, ketiga menteri dan staf juga akan kunker ke Ilaga, Kabupaten Puncak dan menginap semalam. Jadi, slain meninjau lokasi pembangunan smelter, rombongan menteri juga akan melakukan kunjungan ke Tembagapura dan Ilaga Ibukota Kabupaten Puncak," ungkap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Papua, Bangun Manurung, kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Bangun Manurung kembali mengatakan lokasi pembangunan Smelter akan dibangun disekitar daerah Pomako dekat laut, sehingga kedepannya bisa dibangun menjadi kawasan industri, seperti pabrik pupuk, semen dan lainnya. "Jadi itu yang akan di tinjau oleh para menteri," ucapnya.

Terkait dengan dampak lingkungan, jelas Manurung pihaknya sudah mempersiapkan. "Memang ada usulan lokasi yang selama ini kami sudah tahu dan kami bisa melihat melalui data satelit dan juga artinya kami pertimbangkan nanti untuk kesiapan aktifitas pelabuhan dan sebagainya maka kita usulkan di sekitar Pomako," katanya.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan jika pemerintah Pusat tetap bersih keras akan membangun Smelter di luar Papua, maka pemerintah provinsi Papua akan membangun Smelter di Papua dengan menggunakan biaya sendiri.

"Pembangunan Smelter otomatis ada ikutannya, dengan demikian kami sangat inginkan tingkat kemahalan harga di Papua harus dikasih turun, dengan cara industri harus dibangun di sini. Oleh karena itu, kalau keinginan Pusat membangun smelter diluar, kami pemerintah daerah akan tetap bangun dengan menggunakan biaya sendiri," kata Lukas Enembe. [pasicifpost]

Masyarakat Amungme Kecewa Putusan RUPS PT Freeport Indonesia

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Kamis, 15 Januari 2015 | pukul 00.11 WIT

Masyarakat Amungme Kecewa Putusan RUPS PT Freeport Indonesia


Masyarakat Amungme Kecewa Putusan RUPS PT Freeport Indonesia

Posted: 14 Jan 2015 12:22 PM PST

TIMIKA (MIMIKA) - Tokoh masyarakat Amungme, Yosep Yopi Kilangin menegaskan bahwa orang Papua sangat kecewa dan menyesal dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Freeport Indonesia yang telah menunjuk Maroef Sjamsuddin sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia menggantikan Rozik B Sotjipto.

Yopi Kilangin mengatakan sejak awal masyarakat Papua menghendaki salah satu tokoh Papua akan memimpin PT Freeport Indonesia, setelah perusahaan tambang emas dan tembaga itu beroperasi selama 48 tahun di tanah adat Amungme dan Kamoro.

Namun ironisnya, kata Yopi, suara orang Papua sama sekali tidak didengar dan diperhitungkan oleh para pemegang saham, utamanya James Robert Moffet selaku pimpinan Freeport McMoRan Copper & Gold Inc dan Presiden RI Joko Widodo.

"Kami betul-betul kecewa dan sangat menyesal seakan-akan suara kami orang Papua sama sekali tidak didengarkan. Kami mempertanyakan, apa yang Moffet dan Jokowi pikirkan untuk orang Papua. Perusahaan ini sudah datang mengambil tambang, menghabiskan kami punya gunung-gunung, membuat rusak semua lingkungan, dan masyarakat terpinggirkan," kata Yopi di Timika, Rabu (14/1/2015).

Putra almarhum Moses Kilangin, salah satu tokoh utama di balik peristiwa penandatanganan dokumen 'Januari Agreement' 1974 itu mempertanyakan apakah setelah hampir 50 tahun Freeport beroperasi di Papua tidak ada seorang pun figur setempat yang bisa memimpin Freeport.

Padahal semua posisi penting dalam pemerintahan di Papua saat ini entah gubernur, bupati, wali kota dan lainnya diduduki putra-putri asli Papua.

"Apakah betul orang Papua tidak punya kemampuan. Ukurannya apa? Toh semua provinsi dan kabupaten/kota di Papua dipimpin oleh anak-anak asli. Masa tidak ada satu orang Papua pun untuk perusahaan ini," kritik Yopi Kilangin, mantan Ketua DPRD Mimika periode 2004-2009.

Ia meyakini bahwa penunjukkan Maroef Sjamsuddin, seorang purnawirawan Marsekal Muda TNI AU yang pernah menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2011-2014 itu sebagai Presdir PT Freeport Indonesia tidak lepas dari campur tangan Jokowi selaku Presiden RI.

"Saya yakin terpilihnya Pak Maroef ada pesan khusus dari Jokowi. Kalau memang demikian, mungkin Jokowi punya kepedulian terhadap orang Papua dengan cara yang lain," ujarnya.

Menurut Yopi, Presdir PT Freeport Indonesia yang baru tersebut memiliki tugas utama yaitu mendukung penuh apa yang menjadi tuntutan masyarakat adat Amungme dan Kamoro selama ini.

Tuntutan utama masyarakat adat Amungme dan Kamoro yang telah diperjuangkan puluhan tahun tersebut mencakup pembayaran kompensasi atas pemakaian tanah ulayat masyarakat mulai dari Pelabuhan Portsite Amamapare hingga lokasi tambang terbuka Grasberg dan sungai-sungai yang selama ini dipakai sepihat oleh Freeport untuk melanggengkan operasinya.

"Semua orang boleh membicarakan apa saja tentang latar belakang beliau, tapi tugas Pak Maroef yaitu mendukung penuh apa yang menjadi tuntutan masyarakat adat. Kami tidak menolak beliau sebagai personal, tapi sadarlah bahwa kami sedang kecewa dengan keputusan pemegang saham, terutama Presiden Jokowi," ujarnya.

Ia berharap pergantian Presdir Freeport kali ini merupakan masa transisi untuk mempersiapkan secara matang putra-putri terbaik Papua agar nantinya dapat dipercayakan untuk memimpin Freeport.

"Kalau memang demikian, sudah tentu kami mendukung, tapi apa jaminannya bahwa setelah era Pak Maroef ada anak-anak Papua yang diorbitkan. Harapan kami ini adalah jembatan terakhir dan untuk itu diperlukan adanya jaminan nyata dari Moffet dan Presiden Jokowi," kata Yopi Kilangin.

Presdir PT Freeport Indonesia yang baru, Maroef Sjamsuddin usai terpilih di Jakarta beberapa hari lalu berharap dapat bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan sejalan dengan pelaksanaan strategi investasi jangka panjang di Papua.

"Saya menerima kesempatan untuk memimpin PT Freeport Indonesia. Ini merupakan saat yang paling menarik bagi PT Freeport yang akan mengembangkan tambang baru di Papua yang akan memberikan banyak manfaat bagi karyawan, masyarakat setempat, pemerintah Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan sepanjang beberapa dekade yang akan datang," kata Maroef yang meraih gelar Master of Business Administration di Jakarta Institute Management Studies. [Antara]

Joko Widodo Nilai bandara Frans Kaisiepo Harus Diaktifkan

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Sabtu, 10 Januari 2015 | pukul 00.07 WIT

Joko Widodo Nilai bandara Frans Kaisiepo Harus Diaktifkan


Joko Widodo Nilai bandara Frans Kaisiepo Harus Diaktifkan

Posted: 09 Jan 2015 11:24 PM PST

BIAK (BIAK NUMFOR) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, penerbangan internasional di Bandara Frans Kaisiepo Kabupaten Biak Numfor, Papua, perlu diaktifkan kembali untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah paling timur Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya akan memperhatikan aspirasi bupati dan wali kota yang menginginkan penerbangan internasional melalui Bandara Frans Kaisiepo perlu dibuka kembali," ujar Jokowi, seusai pertemuan tertutup dengan para kepala daerah se-Papua di ruang C Pangkalan Udara Manuhua Biak, Senin.

Presiden Jokowi mengakui, penerbangan internasional melalui Bandara Biak pada tahun 1990-an dengan tujuan Los Angeles, Honolulu dan Hawai beroperasi sehingga pemerintah pusat sangat menaruh perhatian mengani keberadaan bandara tersebut.

Komitmen bersama para bupati/walik ota di Papua untuk membangun daerah, menurut Presiden Jokowi, sangat nyata sehingga perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan pusat yang menyentuh kebutuhan masyarakat daerah setempat.

Selain pengaktifan bandara internasional, menurut Presiden Jokowi, sektor perikanan Kabupaten Biak Numfor potensial sehingga perlu dipersiapkan pelabuhan yang modern dalam guna mendukung program kemaritiman di Tanah Papua.

"Potensi sektor perikanan Biak perlu dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang bertumpu pada kekayaan alam maritime Indonesia," ungkap Presiden Jokowi yang didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Pertemuan tertutup Presiden Jokowi dengan bupati/wali kota di Provinsi Papua berjalan sekitar 20 menitdidampingi Menteri Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G. Siahaan, Kapolda Irjen Pol Yotje Mende serta Gubernur Papua Lukas Enembe. [Antara]

Maroef Sjamsuddin Gantikkan Rozik Soetjipto Sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Jumat, 09 Januari 2015 | pukul 00.08 WIT

Maroef Sjamsuddin Gantikkan Rozik Soetjipto Sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia


Maroef Sjamsuddin Gantikkan Rozik Soetjipto Sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia

Posted: 08 Jan 2015 02:50 AM PST

JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi menunjuk Maroef Sjamsuddin sebagai Presiden Direktur. Ia menggantikan Rozik B Soetjipto yang akan pensiun. Rozik berharap seluruh jajaran manajemen Freeport Indonesia bisa meraih kesuksesan di masa mendatang.

"Saya bangga terhadap berbagai pencapaian PTFI dalam pengembangan operasi Grasberg berskala dunia. Saya mengucapkan selamat kepada Pak Maroef dan berharap beliau beserta seluruh jajaran tim manajemen PTFI dapat meraih kesuksesan di masa yang akan datang," ujar Rozik, Rabu (7/1).

Sementara, Maroef berharap kehadirannya di Freeport bisa membawa warna baru. Menurutnya, saat ini momen yang paling menarik bagi PTFI untuk mengembangkan tambang baru di Papua, yang akan memberikan banyak manfaat bagi karyawan, masyarakat setempat, pemerintah Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan.

"Saya menerima kesempatan untuk memimpin PTFI dan berharap dapat bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan sejalan dengan pelaksanaan strategi investasi jangka panjang di Papua," tandasnya.

Maroef, mendapatkan gelar Master of Business Administration dari Jakarta Institute Management Studies. Maroef bergabung di PTFI setelah menyelesaikan karir panjangnya di Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Ia juga purnawirawan Marsekal Muda TNI Angkatan Udara Republik Indonesia, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) selama periode 2011-2014. [JPNN]

PT Telkomsel Indonesia Tingkatkan Layanan Suara, SMS dan Data

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Minggu, 28 Desember 2014 | pukul 00.07 WIT

PT Telkomsel Indonesia Tingkatkan Layanan Suara, SMS dan Data


PT Telkomsel Indonesia Tingkatkan Layanan Suara, SMS dan Data

Posted: 27 Dec 2014 12:56 AM PST

KOTA JAYAPURA - Manajemen PT Telkomsel Indonesia (Tbk) Regional Maluku-Papua meningkatkan layanan suara, pesan singkat (SMS) dan data, terkait perayaan Natal dan Tahun Baru di daerah yang akan dikunjungi Presiden Jokowi beserta rombongan.

"Kami terus lakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan, karena banyaknya pertukaran informasi antarsesama baik menggunakan layanan suara, pesan singkat ataupun data," kata Corporate Communications PT Telkomsel Regional Maluku-Papua Rifki Sya`bani, dalam siaran pers yang diterima Antara, di Jayapura, Rabu.

Ia mengatakan, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriani Jokowi beserta rombongan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Sentani pada 27 Desember mendatang, terkait perayaan Natal nasional, dan serangkaian agenda kunjungan dan pertemuan dengan tokoh terkemuka, baik tokoh masyarakat maupun tokoh adat Papua.

Tentu menjadi perhatian penting bagi Telkomsel selaku operator selular terbesar dengan daya jangkau jaringannya yang paling luas di kawasan Indonesia Timur.

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua kali ini, juga dijadwalkan untuk menghadiri perayaan Natal Nasional 2014 yang turut menghadirkan kurang lebih 400 ribu undangan di Stadion Mandala Jayapura," katanya.

Sehingga periode Natal dan Tahun Baru yang selalu dibarengi dengan masa liburan kali ini dipastikan akan semakin meningkatkan kebutuhan komunikasi pelanggan karena banyaknya pertukaran informasi antarsesama, baik menggunakan layanan suara, SMS ataupun data.

"Untuk itu di masa-masa tersebut Telkomsel selalu berkomitmen meningkatkan kesiapan layanan dan jaringan untuk menjamin kualitas berkomunikasi terbaik bagi para pelanggan," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Sya`bani menyampaikan bahwa dari sisi jaringan Telkomsel Jayapura dan Sorong melakukan sejumlah aktivitas, seperti dalam hal kemampuan penanganan pelanggan VLR (Visitor Location Register) yang ditingkatkan sebesar 8.8 juta pelanggan.

Sedangkan sejumlah BTS di Sentani, Abepura, Jayapura, Wamena serta Sorong dan Biak ditingkatkan kapasitasnya terutama yang melingkupi titik-titik yang akan dijadikan areal ring-1 dan kunjungan rombongan presiden.

"Mulai dari bandar udara, jalan raya antara Bandar udara dan Kota Jayapura, Universitas Cendrawasih, GOR Waringin, Pasar Youtefa, dan sekitar jembatan Holtekamp hingga Stadion Mandala serta hotel tempat rombongan presiden menginap," katanya.

Untuk peningkatan kualitas layanan dan jaringan di Stadion Mandala, lanjut Sya`bani, Telkomsel telah melakukan penambahan kapasitas dan jaringan 3G dengan menurunkan 3 BTS Combat dengan 2 BTS berupa Combat RUSH (Rooftop unit with smart handling) dan sebuah Combat SPRINT (smart portable radio unit) yang dinamai dengan combat "Sentani".

"Untuk kawasan tribun utama Telkomsel juga telah menyiapkan penambahan BTS 3G small cell sehingga diharapkan kawasan VIP tidak akan mengalami gangguan jaringan yang berarti," katanya.

Sementara itu, untuk jaringan di Kabupaten Jayawijaya terutama di kota Wamena, telah dilakukan tuning parameter pada 19 BTS dan penambahan kapasitas pada 16 BTS 3G di wilayah tersebut.

Untuk kota Sorong dan Biak juga telah dilakukan penambahan kapasitas dan perbaikan parameter pada 7 BTS/lokasi yang akan dikunjungi oleh rombongan presiden meliputi kawasan bandar udara, gedung pertemuan/GOR, dan jalur lintas iringan kendaraan kepresidenan.

Sya`bani juga mengemukakan bahwa Telkomsel sebagai operator selular "paling Indonesia" telah melakukan penambahan kapasitas trunk IP Backbone Jayapura-Jakarta melalui transmisi satelit (IDR) dengan menggunakan bearer O3B dengan lebar pita frekuensi unduh (bandwidth) hingga 250 MB.

"Dengan segenap upaya terbaik, Telkomsel berharap mampu terus memberikan layanan yang mampu menciptakan "WOW-Great Experiences" kepada seluruh pelanggannya," tambahnya.

Telkomsel adalah operator selular terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 140 juta.

Untuk melayani pelanggannya yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk juga di daerah terpencil dan pulau terluar serta daerah perbatasan negara, Telkomsel menggelar 83.000 BTS.

Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, serta menjadi yang pertama meluncurkan secara komersial layanan mobile 4G LTE di Indonesia.

Dalam memasuki era mobile broadband, salah satu program yang dicanangkan Telkomsel adalah membangun Broadband City di Indonesia, dimana saat ini telah mencapai 369 kota.

Untuk melayani kebutuhan pelanggan, Telkomsel menggelar call center 24 jam dan lebih dari 400 pusat layanan GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia. [Antara]
 
Support : Papua Untuk Semua | PUS | P-U-S
Copyright © 2013. Portal Ekonomi dan Bisnis | Papua Untuk Semua - All Rights Reserved
Template formatted by XegaVega Published by Batlax.com
Proudly powered by Blogger